Wednesday, May 31, 2006

Nasi Goreng Gading

Bianca loves nasi goreng. Salah satu nasi goreng kesukaannya adalah nasi goreng special Bakmi Gang Kelinci. Kenalannya di Mall Artha Gading. Tiap main ke MAG, pasti minta dibeliin nasi goreng BGK. Requestnya selalu sama, dimakan di sana separo, sisanya harus dibungkus buat di bawa pulang. "Buat nanti aku makan di rumah". Karena belinya selalu di Mall Artha Gading, jadilah nasi goreng ini punya nama baru: Nasi Goreng Gading.

Sekarang, kalau mbak Inem nawarin makan nasi goreng di rumah pilihannya jadi tambah satu: nasi goreng putih dengan telor besar (didadar), nasi goreng putih dengan telur kecil (di-scrambled), nasi goreng pedes, nasi goreng kecap atau Nasi Goreng Gading.

Walaupun isi dan rasanya gak sama persis dengan nasgor BGK di MAG, biasanya Bianca cukup puas dengan olahan nasgor Gading a ala mbak Enem :)

Nasi Goreng Gading

Panaskan margarin, tumis bawang sampai harum. Masukan udang, ayam yang udah dipotong kecil-kecil, ati ayam yang udah dipotong-potong juga, bakso (tergantung yang ada di kulkas :)). Masukan nasi, bubuhi garam dan kecap secukupnya. Sajikan dengan telor ceplok.

Posted by Lesca at 05:31:53 | Permanent Link | Comments (1) |

Sunday, May 28, 2006

Anak-anak

Kebahagiaan bukan terletak pada tempat dimana kamu berada atau pada apa yang kamu miliki.
Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal.

Anak-anak” jadi istilah baru yang kami pakai untuk menyebut Bianca dan Benaia. Biasanya: “Pak jangan lupa beliin pesenannya Bb”, atau “Si Putri udah makan?”, atau “Jangan berisik, anaknya udah tidur”.  Sekarang jadi: “Anak-anak mana?”, “Anak-anak gak usah diajak deh, kasian” atau “Jangan lupa oleh-oleh buat anak-anak ya…”.  Jadi orang tua dengan 2 anak, kayak mimpi, bikin deg-degan, dan merasa jadi sedikit lebih tua :)

Orang bilang banyak anak banyak rejeki. Ternyata bener banget. Apalagi kalau kita melihat rejeki bukan cuman dalam bentuk materi aja. Karena ternyata tanggung jawab dan semua kerepotan ngurus anak juga adalah rejeki. Banyak yang mau tapi gak bisa. Pasti karena bukan atau belum rejekinya. Punya dua anak mungkin memang jadi tambah repot. Tanggung jawabnya doble, bebannya juga doble. Tapi suka cita dan kebahagiaan yang mereka timbulkan juga jadi doble!!

"Jauh sebelum kalian dilahirkan, Ibu sudah memutuskan bahwa kalian adalah sumber kebahagiaan Ibu. And you two truly are."

Posted by Lesca at 05:19:11 | Permanent Link | Comments (1) |

Monday, May 22, 2006

Ulang Tahun Bapak dan Selapanan Benaia

Minggu lalu ada 2 acara sukuran di rumah kami. Yang pertama tanggal 16 Mei ulang tahun Bapak dan tanggal 20 Mei sukuran selapanan Benaia. Ulang tahun Bapak kami rayakan sederhana aja. Aku, mbak Inem dan Yangti yang kebetulan masih ada di rumah nyiapin salah satu masakan kesukaan Bapak, Iga panggang. Bapak bilang sih enak...., tapi Bapak kan selalu bilang begitu, barangkali sebagai bentuk penghargaan... :-p Yang agak istimewa, tahun ini aku sendiri yang buat Birthday cakenya, cake pertama yang aku bikin sendiri, seumur hidup! Dan lagi Bapak bilang "enak banget", saking enaknya beliau cuman kuat makan satu potong gak abis. Sisanya tebak sendiri siapa yang makan :)

Selapanan. 

Sesuai dengan tradisi Jawa, Upacara atau sukuran Selapanan dilakukan pada hari ke-36 yang jatuh pada weton atau hari pasaran yang sama dengan kelahiran bayi. Wetonnya Benaia Sabtu paing, sama dengan tanggal 20 Mei kemarin. Harusnya Selapanan diadakan sore (setelah maghrib), tapi dengan pertimbangan efisiensi dan kepraktisan, sukuran selapanan Benaia kami bikin siang hari.
Yang diundang sodara2, temen2 deket dan temen2 badminton & tenis Bapak di Komplek.
Seperti tradisi Jawa juga, menu yang disediakan pada sukuran selapanan adalah tumpeng. Untuk hantaran tetangga dan suguhan tamu, team inti, Yangti dan Mbak Inem setuju untuk masak sendiri, gak jadi pesen seperti rencana awal. Khusus untuk hantaran, beberapa bulan lalu yang lalu aku sudah pesen besek dari Wonosobo (mumpung mbak Inem mudik :)). Sebelum mutusin jenis tumpeng dan lauk pauk apa aja yang mau dibikin, aku seperti biasa tanya-tanya dan browsing di internet buat cari referensi. Dan menyesuaikan dengan makna dan filosofinya, diputuskanlah menu tumpengnya sebagai berikut:

Nasi Tumpeng

Nasi kuning yang dibentuk seperti gunung, atau kerucut yang menjulang ke atas, ini punya makna kejayaan. Harapannya supaya si anak nantinya akan memiliki hidup dan kehidupan yang baik, makmur dan berkecukupan.
Sate Kambing
Tadinya kami mau masak daging sapi atau ayam. Tapi karena kebetulan waktu hamil dulu kami pernah punya kaul, kalau anak yang lahir nanti laki-laki mau potong kambing, jadi ayam atau sapi yang biasanya merupakan korban yang mewakili hewan darat kami sesuaikan jadi sate kambing.
Udang
Untuk mewakili hewan air biasanya dipilih ikan lele atau bandeng, teri petek atau udang. Ikan lele punya makna kerendahan hati karena ikan ini punya kebiasaan berenang di dasar sungai, sementara ikan bandeng mengandung harapan supaya rezekinya selalu bertambah seperti duri ikan bandeng yang jumlahnya banyak dan tak terbatas. Teri petek atau udang melambangkan kerukunan dan gotong royong. Untuk sukuran kemarin aku pilih udang yang dimasak balado. Orang-orang bilang sih enak banget :), gak salah kalau menu ini jadi menu andalan.
Telur
Telur biasanya dibuat dadar atau pindang . Sebetulnya telur dalam tumpeng harus hadir utuh bersama kulitnya karena kulit telur, putih telur, dan kuning telur melambangkan tindakan yang harus kita lakukan dalam kehidupan yakni menyusun rencana dengan baik, bekerja sesuai rencana, dan mengevaluasi hasilnya.
Urap Sayuran
Urap sayuran mewakili tumbuhan darat yang punya makna atau melambangkan:
Kangkung. Sayur ini bisa tumbuh di air dan di darat. Begitu juga yang diharapkan pada manusia yang harus sanggup hidup di mana saja dan dalam kondisi apa pun.
Bayam. Sayur ini melambangkan kehidupan yang ayem tenterem (aman dan damai).
Taoge. Taoge mengandung makna kreativitas tinggi. Hanya seseorang yang kreativitasnya tinggi, bisa berhasil dalam hidupnya.
Kacang Panjang. Kacang panjang harus hadir utuh, tanpa dipotong. Maksudnya agar manusia pun selalu berpikir panjang sebelum bertindak, selain sebagai perlambang umur panjang. Kacang panjang utuh umumnya tidak dibuat hidangan, tetapi hadir sebagai hiasan yang mengeliling tumpeng atau ditempelkan pada badan kerucut.
Pelengkap
Karena tumpeng yang bermakna tadi kami buat juga sebagai suguhan, maka kami buat idangan pelengkap lain: kering tempe (ini juga kata orang-orang enak banget!), perkedel kentang, kerupuk dan sambal bledek.
Puji Tuhan, sukuran sederhana di rumah kami kemarin berjalan dengan lancar. Walapun ada beberapa undangan yang gak bisa datang, tamu2 yang hadir keliatannya cukup bisa menikmati acara & hidangan yang kami sediakan. Dan Puji Tuhan juga, seperti biasa, walapun sudah dibuat perhitungan yang cukup matang (supaya gak ada makanan yang terbuang), makanan yang tersedia berlebih. Jadi masih bisa bekelin tamu2 pulang… Handicap acara kemarin cuman satu, Bianca agak anget karena mau flu. Bb yang biasanya gembira dan bersemangat menyambut dan menemani tamu2, kemarin kebanyakan cuma diam dan tidur.
 

Semoga Benaia selalu sehat, diberkati Tuhan, dan sesuai dengan namanya: bisa menjadi terang Tuhan dimana pun ia berada Amin.

Posted by Lesca at 05:37:05 | Permanent Link | Comments (0) |

Friday, May 12, 2006

Mbak Inem

 
Mbak Enem…..! Bianca mau nasi goreng pedes pake telor besar….
Mbak Enem….! Spidol Bianca dimana? Aku mau gambar sekarang…
Mbak Enem…! Bianca maunya mandi sama Mbak Enem…
Mbak Enem nakal!!! Aku nggak mau minum susu!!!
 
We have a house keeper named Sanem, we always call her Mbak Inem. Only Bianca calls her “Mbak Enem”. She’s not only helping us to keep the house clean and in order, she also cooks, does the laundry, taking care of the garden and being Bianca’s Nanny… What a super duper woman she is!
 
Bianca loves Mbak Inem dearly, while I and my husband, in a lot of ways, kind of, depend on her. And the most important thing, she takes a really good care of our Princess.
 
Yesterday, Mbak Inem somehow caused me a terrible headache simply by telling me this story:
 
Her younger sister, Tri, called her from Kampung. Tri gets a job in Hong Kong and is planning to go there on July. And she’s asking our mbak Inem to go with her. Thinking that she’ll earn a lot more money in Hong Kong, mbak Inem is thinking of going there with her sister. Meaning: She’s going to leave us!!
 
How in the world would I get some one as good as her? How’s Bianca going to take it? Should I quit my job and start being a full time housewife? Waduh…, yo opo iki rek!!!!
 
Posted by Lesca at 16:08:12 | Permanent Link | Comments (0) |

Monday, May 08, 2006

Jealousy

Anger is cruel and fury overwhelming,
But who can stand before jealousy?

(Proverb 27:4)

 
 
Keliatannya gak terlalu gampang buat Bianca untuk terima kenyataan bahwa mulai sekarang dia harus belajar berbagi dengan Benaia. Walapun sebelum adiknya kahir, Bianca sangat excited menunggu kahadiran adikknya. Bahkan Bianca juga yang bantu kami menentukan nama Benaia. Bukan, bukannya Bianca gak sayang sama Benaia. Hanya saja, setelah menjadi “ratu” dan the absolute master di rumah kami selama 4 tahun, mungkin Bianca butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan segala macam perubahan yang ada sejak Benaia lahir.
 
Seperti suatu siang;
 
"Bi, ibu gendong Benaia dulu ya.."
"Jangan! Ibu gendong aku aja…"
"Ya, nanti setelah ibu gendong Benaia, ibu gendong Bianca. Oke?"
"Kenapa? Emangnya ibu udah ga sayang Bianca lagi?"
 
Atau beberapa waktu yang lalu:

"Wah, sekarang Bianca udah jadi Mbak ya? Ibu panggilnya Mbak Bianca ya?"
"Ga mau! Aku maunya dipanggil Ade, Yang sama Nak!"
"Oke Putriku, permata hatiku, cintaku, permaisuriku, pujaan hatiku….."
 
Sedih rasanya ngedenger dan ngeliat Bianca sedih. Tapi ini memang saatnya kami semua belajar tentang sharing. Bukan hanya Bianca, tapi kami juga…
 
Yang pasti, Ibu sama Bapak punya persediaan sayang yang banyak banget. Cukup buat kalian berdua. Gak akan pernah kurang. Kita semua hanya butuh waktu untuk belajar, sampai akhirnya kita semua bisa mengerti dan menerima.
Posted by Lesca at 12:55:43 | Permanent Link | Comments (0) |

Friday, May 05, 2006

When others failed, try my Jesus!

"Kenapa sih kamu kalo punya anak sering bermasalah? Sakit inilah,  itulah?"
"Puji Tuhan, pasti karena itu sudah rejeki saya."
"Maksudnya?"
"Saya beruntung karena dengan semua ujian ini saya dikasih kesempatan untuk  menyaksikan betapa hebatnya Tuhan. Dan betapa Dia tidak pernah gagal."

Melahirkan dan membesarkan kedua anak kami ternyata sama sekali gak gampang.

Bianca terpaksa harus dilahirkan melalui operasi cesar setelah berjam-jam dan bermacam-macam upaya buat melahirkan normal akhirnya gagal. Waktu umurnya baru 8 hari, Bianca terserang infeksi saluran pernafasan ringan (salah satu dokternya bilang: "kena flu"). Entah gimana awalnya, dalam perjalan ke rumah sakit beberapa hari kemudian, Bianca tersedak dan hampir gak tertolong. Kondisinya udah sangat payah ketika kami sampai di rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi. Setelah dapat bantuan pernafasan dan macam-macam treatmen di ruang UGD, akhirnya Bianca masih bisa tertolong. Walaupun dia harus "ditidurkan" dan terpaksa dibuat "koma" selama 6 hari di ruang NICU. Dengan bantuan ventilator dan bermacam-macam selang yang ditempel ke badan kecilnya, dari ujung kepala sampai ujung kaki, plus suntikan dan obat ini itu, setelah 1 bulan akhirnya kami boleh bawa Bianca pulang. Puji Tuhan, lega, bersyukur, sedikit takut, bingung, deg-degan dan gak tau apa lagi. Yang jelas pengalaman nungguin anak yang kita lahirkan sekarat dan berjuang untuk hidup emang bukan pengalaman yang gampang buat dilupakan.

Bianca begitu gigih berjuang buat hidupnya, bikin kami sadar, betapa berartinya dia buat kami, dan betapa sayang dan cintanya kami sama buah hati kami. Aku gak akan pernah bisa lupa betapa takutnya aku kehilangan Bianca waktu itu (dan sampai sekarang). Saran dokter yang menyuruh aku pasrah cuma bikin aku tambah senewen! Walaupun kalau lagi eling aku juga ngerti kalau yang bisa aku lakukan waktu itu memang cuman pasrah, berserah dan bersandar sama Tuhan. Karena memang DIA yang punya hidup. You are my baby, but you are not mine...

Kami benar-benar disuruh belajar sama Tuhan. Pelajaran tentang cinta, iman dan tanggung jawab dan  yang gak akan kami lupakan, sampai kapanpun.

Benaia? Walapun karena alasan yang berbeda, Benaia juga harus dilahirkan melalui operasi cesar. Kali ini karena ibunya yang mengalami plasenta previa. Setelah melewati 38 minggu yang penuh perjuangan (bleeding, heart burn; Ya Tuhan, kalau boleh lalukanlah cawan ini dari padaku...), akhirnya Benaia lahir dengan selamat. Waktu umurnya 3 hari Benaia kena hiperbillirubin dan harus dirawat di rumah sakit beberapa hari untuk dapat terapi sinar. Ruang Perina/NICU RSMKB yang 4 tahun lalu pernah bikin aku pusing dan trauma, terpaksa harus aku kunjungin lagi, 2 kali sehari. Pagi dan sore, masing-masing 5  menit, buat ngeliat pangeran kecilku yang juga sedang berjuang sambil ngantar ASI yang dengan sepenuh hati udah aku doain biar biasa bantu percepatan kesembuhan Benaia.

Sekali lagi kami disuruh belajar sama Tuhan. Dan kalau masih ada yang tanya: "Kenapa lagi", "Anaknya sakit lagi?". Aku cuman bisa bilang: "Ini pasti sudah jadi rejeki kami. Karena kami yang beruntung buat dapet kesempatan melihat dan mengalami sendiri betapa hebat dan perkasanya TUHAN!"

When others failed, try my Jesus. He never fails. We know that for sure.

Posted by Lesca at 21:50:56 | Permanent Link | Comments (0) |

Thursday, May 04, 2006

Bianca & Benaia

Finally…, I am a mother of two now….
Now, there are two beautiful angles in my life. Bianca which is 4, and Benaia which is 19 days old by today. More miracles…


Bianca Prameswari, born on 14 April 2002, at 04.55 am, 2800 grams, 48 cms. Bianca is a French name, means white. Prameswari comes from a Sanscrit word pramesvara which means the super soul (and the absolute master…)

Benaia Pranadipta, born on 15 April 2006, at 07.55 am, 2900 grams, 49 cms. Benaia is a Hebrew name, means God build. Pranadipta comes from Sanscrit words, prana which means life and deepta which means light.

And this blog is about those two amazing angles… How they fill and change my life.

Posted by Lesca at 11:16:34 | Permanent Link | Comments (0) |