Pengantin
Komunikasi yang gagal adalah komunikasi yang berbasis asumsi...
*******
Kalau Tonny-nya tante Nancy punya cita-cita ingin jadi pengantin, Bianca malah sebaliknya:

Komunikasi yang gagal adalah komunikasi yang berbasis asumsi...
*******
Kalau Tonny-nya tante Nancy punya cita-cita ingin jadi pengantin, Bianca malah sebaliknya:

Bianca memang cukup akrab dengan dunia dokter dan kedokteran. Waktu Bb masih lebih kecil dia sering banget kami bawa ke dokter. Kami punya DSA andalan kalo Bb sakit. Namanya dr. Irwanto, praktek di RS Mitra Keluarga Bekasi. Pernah kami nyoba untuk bawa Bianca ke dokter lain, karena RSMKB letaknya cukup jauh dan biasanya kalau mau periksa mesti ngantri lumayan lama. Mulai dari dokter deket rumah, sampai profesor yangdirokemendasiin temen. Tapi keliatannya Bb emang ga bisa ke lain hati (atau tangan?). Kalau belum ketemu ama dr Irwanto Bb ga sembuh2. Jadi dari pada 2X kerja, akhirnya kami balik lagi jadi langganannya dr Irwanto.
![]() |
Karena sering berhubungan dengan dr, Bianca jadi punya cita2 mau jadi dokter juga. kami setuju dua ribu persen. Aku sendiri pengen banget suatu hari nanti Bianca bisa ngeliat dan memahami apa saja yang pernah terjadi dengan tubuh kecilnya dan apa saja yang sudah dilakukan dan dimasukan ke dalam tubuhnya selama ini. Her Medical Records will tell her all that. |
Tapi belakangan, setelah aku perhatikan, kayaknya Bianca bakalan mengubah cita2nya. Kata orang, kalau mau jadi dr ga bisa terlalu jijik-an. Sementara Bb? Waktu liat telunjuk tangan Ibu berdarah sedikit kena piso dia langsung jerit2. Dan kalau liat Benaia gumuh aja, dia langsung mau ikutan hoek-hoek.
Dan ternyata benar! Kemarin: Bu aku gak mau jadi dokter lagi. Bosen. Sekarang aku mau jadi arsitek aja, kayak Rudi Tabooti!!
Akhirnya, Bianca naik kelas juga :) Setelah 3 tahun jadi jawara Play Group (2 tahun di Taman Batari, Satwika Permai dan 1 tahun di TKK 5 BPK Penabur), tahun ini Bianca naik ke kelas TK A! Puji Tuhan, tahun ini Bb juga dapet penghargaan jadi juara lomba mewarnai dan juara gigi sehat di sekolahnya. Tambah banyak deh pialanya...:)
Naik kelas ke TK A ini jadi sesuatu yang monumental. Dan seperti biasa, Ibu memanfaatkan momen khusus ini buat mempersuasikan Bb melakukan hal-hal baru. Sekarang kalo abis pipis pake celananya sendiri ya, kan sudah mau TK A. Makannya harus habis lho, kan udah mau TK A. Bb bantuin Ibu jagain Benaia sebentar ya, kan udah mau TK A... Ibu mau nge-net dulu bentar ...:-p
Anyway, selamat jadi murid TK A ya nak! Sekarang Bb udah bukan anak kecil lagi, tapi udah jadi anak "sedeng" ...

Ki-ka. Atas: Bu Donna, Bu Shinta, Fio, Ebing, Tantra, Tulus, Albertus, Bu Wati. Tengah: Ibeth, Tarra. Bawah: Samara, Zoya, Rachel, Bianca, Yuriko, Alexandra.
Akibat suasana Sekolah Minggu yang kurang kondusif, begini jadinya:
"Bi, tadi di sekolah minggu gurunya cerita apa" "Hhmmm... (bengong)" "Itu lho, yang ada anak kecil bisa ngalahin raksasa yang besar" "Hhmmm... (berusaha mengingat-ingat)" "Anak kecilnya namaya Da..." "Oh, iya.. Daud!" "Raksasanya namanya Go..." "Rila!"Rasanya baru kemarin ya Mas. Ga terasa sekarang Bb sudah besar. Hari ini dia masih minta dikelonin dan ga mau ditunggal atau disuruh tidur sendiri. Ga lama lagi kita mungkin ga bisa masuk ke kamarnya tanpa harus ketuk pintu dulu. Sekarang dia masih selalu minta ditemenin menggambar atau melipat kertas warna. Beberapa tahun lagi mungkin dia akan menganggap saran dan pandangan kita tentang seleranya sebagai sesuatu yang annoying. Kadang aku takut menghadapi hari-hari itu. Hari di mana aku harus mulai mencari-cari alasan untuk bisa dapet perhatian dari anakku sendiri. Hari di mana aku masuk ke kamarnya dan menemukan semua laci dan lemari terkunci. Hari di mana akhirnya dia harus meninggalkan kita. Bukan karena dia kehabisan cintanya, tapi karena dia memang sudah punya hidup sendiri.
My beloved chlidren,
No matter how old you are, you will always be our babies….Beberapa tahun yang lalu, setelah Bianca lahir, kami memutuskan untuk hanya punya 1 anak saja. Tetapi 3 tahun kemudian ternyata kami berubah pikiran. Semuanya bermula dari keinginan Bianca untuk punya adik, lalu kami juga mulai berpikir kalau Bianca butuh teman dan supaya dia juga bisa belajar dan mengerti konsep dan arti sharing. Memang gak sama persis dengan pertimbangan Allah buat menjadikan Hawa buat Adam, tapi miriplah. Akhirnya kami sepakat untuk meminta kepada Tuhan supaya memberikan kami seorang anak lagi. Dan seperti umumnya, karena kami sudah punya Bianca, maka kami minta Benaia kepada Tuhan.
Ora et Labora. Sambil berdoa dan minta, aku juga berusaha cari tahu tentang ‘How to choose your baby sex’. And Hallelujah! It works with me…
I thought it might be useful to someone:
Timing of intercourse
Boy: best is closer to ovulation time
Girl: 3 days or more before ovulation
pH oh the woman’s tract
Boy: more alkaline environment
Girl: more acidic environment
(Some woman are naturally very acidic & have a hard time conceiving boys!)
Penetration
Boy: deep penetrationGirl: Closer to entrance
Temperature
Boy: Man wears loose underwear. Testicles need cooler temperature for Y-sperm to survive
Girl: Man takes a hot bath immediately before intercourse
Others:
When a woman has an orgasm, the body rleases some kind of substance that make the environment more alkaline; favouring boys
A cup of caffeinated coffee for the man, apparently it gives Y sperm a jolt!
Recent Comments
http://www.alatsurveycenter.com/
wah cuma beda 1 t
aku