There is always.....
a child in every one of us....

a child in every one of us....

There is time for everything under heaven,
Time to build a dream,
Time to let go of a dream,
Sometimes, the thing we hate,
Is what we need the most.
And I will always be grateful...
Ide awalnya nemu pas lagi makan di Bakmi Toko Tiga yang ada di TIS, Tebet. Di sana ada menu Udang Cabe Garam. Udang goreng yang disajikan dengan taburan bawang putih yang dicincang terus digoreng, dan potongan cabe rawit serta garam. Sejak pertama kali nyoba menu ini, Bapak langsung kesengsem. Ampir tiap makan di Batoti, menu ini selalu dipesen.
Sooo..., minggu ini Ibu nyoba bikin menu yang sama, dengan varian lain: cumi2. Biar ngebandinginnya ga bisa 'point to point'. He3..., You know, just in case :D

PS.:
Baru nyadar, kalo ternyata di fotonya yang keliatan cuman bawang goreng ama cabe rawitnya doang, cumi2 nya malah ga keliatan :-p. Biarin deh, secara bumbu2 ini emang bisa diaplikasikan dengan jenis sea food yang lain, seperti ikan atau udang goreng :)
Pengumuman ;-p
Pagi ini baru ter-discover kalo gigi atas Benaia udah tumbuh, 2 :D Cuman belum bisa dipotret karena masih terlalu pendek :) Akhirnya...., Benaia bisa ngikutin jejak Radit juga :D

Keren abis;
Sedih banget;
Harus nonton!
Sudah beberapa bulan ini saya memang merasa seperti sedang berada di persimpangan. Saya sedang berpikir untuk mengubah jalur karir yang sudah nyaris 11 tahun saya jalani. Kalo terpaksa harus jawab kenapa, mungkin ini alasannya:
Kondisi kantor yang semakin lama semakin tidak kondusif;
Sejalan dengan bertambahnya usia, kemampuan berpikir dan menciptakan hal2 yang spektakuler mulai menurun;
Perjalanan dinas ke luar kota (apalagi kalo harus nginep..) sudah sama sekali tidak menarik lagi...;
Bianca mulai, hanya mau mengerjakan PR nya kalau didampingin Ibunya;
Suami tercinta, setia mendukung, apa pun keputusan saya;
Tapi saya masih bingung, mau banting setir ke arah mana. Sempat kepikir mau jadi penyanyi. Tapi sadar kalu pitch control sekarang sering jadi masalah. Mau nyoba jalur sinetron, kebetulan belum ada judul yang cocok. Mungkin nyoba bisnis resto. Keliatannya emang paling relevan, biar kalo jualannya ga laku, bisa dikonsumsi sendiri....
Tapi bener deh... Saya lagi bingung :(
Kemarin, waktu iseng2 browse katalognya Gramedia on line, pas nyari buku cerita buat Bianca, ga sengaja nemu buku ini. Karena harganya relatif murah, sekalian aja beli. Ternyata lumayan juga isinya.

Judulnya Diet Sehat Golongan Darah B, yang nulis Dr. Peter J. D'Adamo. Isinya bisa ditebak sendiri ;-p Dari sekian banyak isinya, yang paling berkesan emang daftar berbagai jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi dan dihindari sama orang2 bergolongan darah paling oke ini ;-p (**dilarang mengajukan protes..**)
Ini, saya sharing ya.... :D
Daging & Unggas:
Sangat Bermanfaat: daging kambing, daging domba, daging rusa, daging kelinci (**untung sate kambing haji mansur hanya selemparan lembing jauhnya dari kantor... ;-p**)
Netral: daging sapi, daging kerbau, hati, daging kalkun
Hindari: daging asap, daging ayam, daging bebek, daging belilis, daging ham, pork, burung dara, daging penyu (**adioz hartz chicken, ayam bakar megaria, kenanga....:( I'm gonna miss you...**)
Sea Food:
Sangat Bermanfaat: ikan cod, makarel, ikan salmon
Netral: ikan mas, ikan hiu, cumi-cumi, remis, ikan tuna
Hindari: kepiting (**untung kemarin udah puas ;-p**), belut, kodok, lobster, gurita, tiram, udang
Minyak & Lemak:
Sangat Bermanfaat: minyak zaitun
Netral: minyak biji gandum, miyak biji anggur hitam, minyak hati ikan cod
Hindari: minyak kelapa, minyak jagung, minyak wijen
Kacang-kacangan, biji-bijian & polong-polongan:
Sangat Bermanfaat: kenari
Netral: almond, butter nut, chestnut, kacang buncis, kacang merah
Hindari: kacang mete, hazelnut, pictachio, biji opium, biji labu, biji wijen, biji bunga matahari, kacang kedelai, sereal soy flakes, keju kedelai, susu kedelai, tahu, tempe (** sedih banget.. :(( Tuhan, kuatkan saya untuk melalui hari2 ini tanpa kehadiran tahu & tempe di meja makan saya.....**)
Sereal, roti & pasta:
Sangat Bermanfaat: kulit gandum oat, bubur gandum oat, kue beras
Netral: beras, tepung beras, gandum olahan
Hindari: pasta murni, jewawut, jagung, cornflakes, cornmeal, berondong,roti/sereal seven grain, tapioka
Sayuran:
Sangat Bermanfaat: bit, brokoli, daun peterseli, jahe, jamur shitake, kembang kol, kubis, ubi, terung, wortel
Netral: asparagus, bawang merah, bawang putih, bawang bombay, bayam, cabe, kentang, rebung, sawi, selada, seledri, kapri, talas, zucchini
Hindari: avokad, jagung, kecambah, tomat, waluh
Buah-buahan:
Sangat Bermanfaat: anggur, nanas, pepaya, pisang, plum, semangka
Netral: apel, aprikot, blackberry, blueberry, sukun, ceri, jambu biji, mangga, melon, jeruk, kismis, kiwi, kurma, pir, sagu, troberi
Hindari: pare, kelapa/santan, kesemek, delima, belimbing
Bumbu:
Sangat Bermanfaat: bumbu kari, bumbu cabe, daun peterseli, jahe
Netral: agar-agar, bawang putih, asam jawa, biji pala, cengkeh, coklat, cuka, daun salam, kunir, kunyit, lada, madu, oregano, paprika, ragi, papermint, daun kemangi, gula, jintan, kapulaga, ketumbar, krim of tartar, kucai
Hindari: kayu manis, gelatin, kecap, lada hitam, pati jagung, tapioka
Penyedap rasa:
Sangat Bermanfaat: -none-
Netral: acar, mayonnaise, jeli, selai (dari buah2an yang diperbolehkan)
Hindari: saus tomat
Obat & minuman:
Sangat Bermanfaat: ginseng, teh hijau, jahe, daun piterseli, licorice, peppermint
Netral: cabe, sarsaparila, bir, kopi tanpa kafein, teh hitam, anggur merah/putih
Hindari: lidah buaya, minuman beralkohol, semua jenis minuman bersoda
Well, sekarang itu dulu. Selanjutnya buat mereka yang bergolongan darah AB. Bentar ya...., mau beli bukunya dulu ;-p
Dari sekian banyak makanan yang meninggalkan kesan di hati, sambel goreng a la bali ini termasuk salah satu yang paling mendalam. Rasanya yang unik sekaligus acceptable di lidah, bikin sambel ini susah buat dilupakan. Dan karena kurang memungkinkan kalo kami harus mondar mandir Jakarta Bali buat sekedar menemui sambel ini, kami buat saja replica nya di rumah ;-p

Niat awalnya sih pengen dinner berdua aja pas malem taun baru kemarin. Tapi kalo udah ngeliat tampangnya 2 malaikat kecil kami, ah...., mana tahan ninggalinnya :-p
Salah satu kompensasinya, Ibu mencoba menghidangkan salah satu menu kesukaan Bapak di rumah. Walapun pasti ga sesempurna yang di Park Lane, tapi seperti biasa Bapak bilang: Enak banget, Bu..... Tentu saja, kan masaknya pake cinta :D

Dulu banget, beberapa ratus minggu yang lalu, kami ga begitu suka yang namanya bubur kacang ijo, baik dengan atau tanpa campuran ketan item. Entah karena warnanya yang kurang gonjreng, baunya yang ga begitu menyengat atau kebetulan ga begitu kenal aja.
Perubahan mulai terjadi waktu bulan lalu kami jalan2 ke ITC Mangga Dua. Di sana ada orang jualan bubur kacang ijo yang rame banget dirubungin pembeli. Padahal jualannya cuman di koridor gitu, dengan 2 meja seukuran meja kerja, 2 panci besar masing2 berisi bubur kacang ijo dan ketan item, serta 1 panci agak kecil berisi santen. Sayang saya ga sempat catat nama penjual yang tertulis di gelas kemasan buburnya, keburu abis isinya dan dibuang ke tempat sampah :-p. Kalo ga salah 1 gelas harganya 7000 rupiah.
Seperti biasa, suami tercinta langsung ngetes kemampuan istrinya yang suka ngaku2 bisa masak. Ibu bisa bikin bubur kayak gini? Dengan bantuan dan kerja sama yang baik dengan Mbak Inem, apa yang tidak mungkin? ;-p

Tips bikin bubur kacang yang enak: Ganti 3/4 porsi santen yang digunakan untuk masak bubur dengan susu cair. Ketan itemnya jangan dicampur beras. Selebihnya, pilih bahan2 baku dengan kualitas yang baik ;-p
Kalo denger namanya, saya suka ngebayangin film Koboy jaman dulu. Atau kadang2 Jamal Mirdad sama Lydia Kandow naik motor berdua :-p. Tapi ternyata makanan yang saya temui waktu liburan di Bali kemarin ini sama sekali ga menunjukan adanya asosiasi sama kedua bayangan tadi.

Nasi Jenggo sebenernya adalah nasi campur atau nasi rames yang dibungkus sama daun pisang. Mirip nasi kucing yang ada di Solo :) Ukurannya kecil. Harganya berkisar antara 1000 sampe 1500 perak, mata uang lokal, tergantung pilihan lauknya, ayam, daging sapi, telur atau ikan. Lauk2 tadi biasanya didampingi dengan sedikit mie goreng, kering tempe dan sambel. Semua dalam porsi kecil :D Saya sempat berpikir, mungkin dulu nasi jenggo ini adalah miniatur nasi bungkus yang ada di Jakarta :) Biasanya orang beli nasi jenggo ini beberapa bungkus sekaligus. Untuk mengenyangkan 1 perut lapar, standard orang asia, mungkin perlu 3 sampai 4 bungkus nasi jenggo. Bisa juga lebih kalau orangnya bener2 kelaparan atau kesurupan :-p Sempat terlintas di kepala saya, kalau rata2 1 orang makan nasi jenggo sebanyak 3 bungkus, kenapa tidak dibuat saja nasi bungkus dengan porsi lebih besar, dengan harga 5000 rupiah per bungkus misalnya. Nasinya sendiri mungkin bisa dikasih nama lain yang lebih mencerminkan porsinya, nasi bagong misalnya. Sayang, pikiran2 itu ga sempat saya diskusikan dengan siapa pun waktu itu. Terlalu sibuk :)
Rasanya? Kalo saya sih doyan bangeud :D
Recent Comments
http://www.alatsurveycenter.com/
wah cuma beda 1 t
aku