Tuesday, May 15, 2007

Aaahhhhh.....!

Kemana saja ya perginya dua puluh empat jam dari hari2 saya?

Rasanya baru saja matahari terbit; tiba2 saya sudah mendengar orang menyapa saya dengan "selamat siang, bu..."
Rasanya baru saja log in; tiba2 saya sudah ditanya: "mau pulang jam berapa, Yang?"
Rasanya baru saja saya merebahkan diri dan memejamkan mata; tiba2 muka saya sudah dicakar2 benaia untuk diajak 'bermain dini hari'.

Ah, kemana saja semua 24 jam itu?
Apakah hari masih punya 24 jam yang sama dengan dulu?
Atau sesuatu yang jahat sudah mencuri beberapa diantaranya?

Aaahhhh.....!

Posted by Lesca at 05:12:27 | Permanent Link | Comments (19) |

Saturday, May 05, 2007

teman

"Kenalkan, ini teman saya..."
"Kamu pernah ketemu dengan teman saya? Dia juga tinggal di daerah situ..."
"Udah lama saya ga ketemu sama teman saya itu..."
"Apa kabar teman2 kuliah saya dulu ya...?"

Yakin mereka teman? Ga mau nunggu sampai mereka dapat jabatan dulu?

Saya mengenal dua orang laki-laki yang dulu saya anggap sebagai teman. Runtang-runtung bareng. Sharing ini dan itu. Mulai dari urusan kerjaan sampai nyerempet2 urusan rumah tangga. Masuk kategori akrab.

Nasib orang emang ga pernah ada yang bisa nebak. Kecuali TUHAN tentu saja. Dalam beberapa tahun, kedua teman saya mendapat kesempatan untuk menduduki 2 jabatan yang lumayan menjanjikan. Walapun menjanjikan itu sendiri tentunya sangat bergantung pada apa isi janjinya ;-p Kedudukan. Jabatan. Fasilitas ini itu. Dan entah apa lagi.... Iri? Tentu saja tidak. Mereka kan teman saya.. Well..., mungkin sedikit. Yakin sedikit? Yaa..., mungkin agak banyak juga. Tapi saya bukan iri sama jabatannya. Tapi lebih pada kesempatannya. Sesuatu yang kebetulan tidak sempat saya dapatkan.

Dalam beberapa bulan ini, saya melihat kedua orang laki-laki; yang dulu sempat saya anggap sebagai teman saya; seperti melihat orang asing. Saya tetap ingat nama, alamat dan nomor telepon mereka. But, that's it! To me, now they are just some faces. Mungkin begitu juga mereka melihat saya sekarang....

What a pity :(

Posted by Lesca at 05:58:23 | Permanent Link | Comments (12) |

Thursday, May 03, 2007

ke deplu

SMS saya ke Pak Boss tadi malam:
"Pak, besok pagi saya ada keperluan dulu ke Deplu. Saya ke kantor siang ya Pak."

Penggalan percakapan telpon saya dengan salah satu klien tadi pagi:
"Maaf Pak, kebetulan saya sedang di Deplu, saya telepon balik Bapak sesudah jam makan siang ya..."

Gaya ya... ;-p Untungnya ga ada dari Bapak2 itu yang tanya ke saya: "ngapain di Deplu?" Tentu saja bukan buat ketemu sama Pak Hasan Wirayuda :D Tapi sekedar menghadiri Undangan; yang buat ukuran orang kayak saya; ga kalah hebatnya :D

Iya, saya dapet undangan untuk mengadiri acara peluncuran dan bedah buku berlatar belakang sejarah: kekuatan ketiga dalam perjuangan kemerdekaan indonesia. Sejak kapan saya tertarik dengan sejarah? Mungkin baru hari ini :D

Prof. DR. R. Z. Leirissa, ahli sejarah dan Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI ini emang top banget! Buku Kekuatan Ketiga yang ditulisnya berisi tentang berbagai fakta sejarah yang mewarnai perjuangan diplomasi Indonesia. Buku ini menelusuri tentang perjuangan  BFO (Bijeenkomst Federaale Overleg) atau Pertemuan Musyawarah Federal (PMF); wadah yang pembentukannya diprakarsai oleh Mr. Ide Anak Agung Gde Agung pada tahun 1948; yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia lewat jalur diplomasi, sejak dibentuknya pada Juli 1948 hingga terselenggaranya Konferensi Meja Bundar (KMB), dan jasa2 BFO dalam penyelesaian konflik Indonesia-Belanda.

Buat saya dan mungkin sebagian besar generasi muda seangkatan saya, yang biasa dicekokin ilmu sejarah tanpa pernah menuntut bukti, memahami buku ini emang jadi perlu sedikit perjuangan :D

Harus diakuin, sejarah Indonesia emang rada2 kabur alias sedikit remang2. Gimana ga, orang Indonesia konon emang punya hobi ngilangin arsip2 atau dokumen2 (berarti saya ini Indonesia banget ya... ;-)) Untuk ngumpulin bukti2 pendukung catatan sejarah yang ditulis dalam bukunya, Prof. Leirissa harus jauh2 pergi ke Belanda, karena semua arsip sejarah diplomasi Indonesia malah tersimpan dengan rapi di sana...  (kalo nggak gitu juga ga jalan2 ya Prof... :D). Gara2 ga ada arsip, dokumen dan catetan yang jelas ini, banyak sejarah yang diturunkan dari generasi di atas kita ke kita hanya melalui cerita lisan, tanpa bukti. Kalau pas yang cerita jujur sih masih mendingan. Nah, kalau yang cerita orangnya pelupa kayak saya? Kesian sejarahnya kan....

"Waktu itu..., kalau nggak salah bulan Mei. Tahunnya Ibu sudah lupa. Kayaknya Ibu liat di TV ada kerusuhan besar di Jakarta. Gara2nya rakyat marah sama pemerintah. Rakyat atau mahasiswa gitu deh... Akhirnya, presidennya lengser. Namanya siapa ya.... Pokoknya dia udah lama banget deh jadi Presiden..."

Kan, kesian generasi selanjutnya yang bener2 pengen tahu sejarah negaranya ya... ;-p

Gara2 pengalaman pagi ini, tiba2 saja, saya kok jadi kepingin belajar jadi ahli sejarah ya? Professional Historist. Hehe... ga malu sama umur ya :D Udah tua, masih aja hobi gonta-ganti cita2.... Yang pasti, mulai hari ini, saya akan berdoa dengan lebih khusuk dan telaten buat Jenderal kecil saya. Semoga suatu hari nanti, Benaia bisa jadi Diplomat Besar. Seperti cita2 Ibunya... ;-)

Posted by Lesca at 16:31:16 | Permanent Link | Comments (10) |

Tuesday, May 01, 2007

what a minutes!!

I can't feel my leg!
For at least 15 minutes, I just can't feel my leg!
Ndredeg berat!!

13.00
Bianca was supposed to leave her school.
Mbak Inem and Sam were supposed to pick her up.

13.32.
I called Inem to her mobile, asking if they were home.
To my surprise, Inem was still home, waiting for Sam to come.
Sam couldn't possibly forget to pick up Bianca.

13.33
I called my husband who was happened to be less than 20 minutes drive from Bianca's school.
Asking if he can manage to pick her up.

13.34
I rang Sam's mobile. Without even saying hello, he mentioned that he was on the way to pick up Bianca.

13.35
I called home. Munah said that Inem was also on her way to Bianca's school.

13.36
I called school to make sure that Bianca was still there and ask her teacher to watch her while she's waiting
to be picked up.

13.37
I called my husband. Telling that Sam and Inem were on their way to pick up Bianca.
Only I didn't know if they were going together.
I couldn't reach Mbak Inem thru' her mobile.

13.40
I tried to call Mbak Inem, so many times. She didn't pick any of those calls.

13.43
I called Sam, checking where he was. He said that he'd arrived at school and had Bianca with him.
Mbak Inem was also there.

13.43-14.07
I waited for them to get home.

14.07.
I called home. Bianca & Inem were just arrived. They're all OK.
Thank GOD!

14.10
I'm writing this story. Still can't feel my leg....
You guys, don't ever do this to me again!!!

Posted by Lesca at 14:36:57 | Permanent Link | Comments (11) |