laki-laki atau perempuan
Emang siiihh..., laki perempuan sama aja. Walau pun sebenernya ya ga sama2 banget juga.... ;-p Ya iya lah..., biar dikit kan tetep aja ada bedanya :D
Anak Pertama.
Waktu hamil pertama dulu, karena baru anak pertama, saya ga terlalu memusingkan jenis kelamin anak yang saya kandung. (Mungkin juga karena saya lebih fokus pada kehamilan dan segala upaya buat menjalani masa2 hamil dengan sesedikit mungkin sakit dan mual2 ;-p) Buat saya yang penting anak yang saya lahirkan nanti sehat dan lengkap. Itu sudah lebih dari cukup. Syukur2 kalau idungnya mancung dan rambutnya hitam lebat :D
Sedikit berbeda dengan suami saya. Dari jaman dulu, suami saya memang sudah punya cita2 ingin punya anak perempuan. Maklum, lelaki sejati, pencinta dan pengagum perempuan :D.
Ketika tiba saatnya mencari dan memilih2 nama untuk calon bayi kami waktu itu, saya muncul dengan beberapa pilihan nama. Nama pertama yang sempat saya ajukan waktu itu adalah Anastasia Bomaputri. Hehehe..., ikut2an modus operandinya Bung Karno dikit :D Tapi setelah selidik punya selidik, Anastasia ternyata berarti "kebangkitan". Dan karena Boma sendiri bisa berarti "raksasa", kami jadi merinding sendiri waktu mereka2 arti namanya. Mungkin kira2 jadi "kebangkitan seorang putri raksasa". Waahhh...., cari nama lain aja deh! :D
Ibu: "Naomi"
Bapak: "Jangan ah!. Ntar anaknya item kayak Naomi Campbell"
I: "Kalo Amadea?"
B: "Hhmmm" (*geleng2 kepala*)
I: "Andrea? Gayatri?"
B: "Hhmmm. Prameswari aja deh...."
I: "OK. Prameswari boleh juga. Nama depannya?"
B: "Ntar aku pikir2 lagi..."
I: "Terus, kalo anaknya laki2 gimana?"
B: " Hhhmmm..."
I: "Samuel? Joshua? Yudhistira? Atau Wibisono?"
B: "Terserah Ibu aja deh. Orang nanti anaknya pasti perempuan kok...." (Padahal jaman segitu belum ada jaminan hasil USG yang menunjukkan bahwa anak yang saya kandung berjenis kelamin perempuan :D)
Beberapa minggu sebelum D Day, di sebuah bengkel AC kecil di daerah Cikutra, secara ga sengaja kami melihat foto seorang model perempuan yang dipajang di kaca jendela sebuah salon kecil di sebelah bengkel.
B: "Itu foto siapa Bu? Cantik ya... "
I: "Bianca Adinegoro"
B: "Bagus juga namanya... Artinya apa ya?"
I: "Ntar aku cek di internet deh.. "
Anak Kedua.
Karena anak pertama kami perempuan, bisa ditebak dong, waktu saya hamil lagi, kami minta sama TUHAN biar dikasih anak laki2. Biar sepasang. Kayak sepatu :D
Dengan berbekal ilmu hasil googling di internet selama berbulan2, tentang "how to choose your baby's sex", Puji TUHAN, pada sekitar minggu ke 18, bayi di kandungan saya sudah berani memamerkan 'burungnya' waktu di USG.
Proses memilih nama buat anak kedua kami memang tidak serumit anak pertama. Selain sudah lebih berpengalaman, waktu 4 tahun juga cukup buat nabung "nama2" anak yang menurut kami baik dan bagus :D Seperti biasa, karena yakin betul bahwa anak keduanya adalah laki2, suami saya hanya menyiapkan nama untuk anak laki2 saja (bahkan sebelum ada kejelasan hasil USG :D).
I: "Benaia bagusnya dikasih nama belakang apa ya Pak?"
B: "Hhhmmm.... apa ya?"
I: "Wicaksono?"
B: "Hhmm, kayak nama orang tua... " (Idih, ntar juga kan dia bakalan jadi orang tua...)
I: "Kalo Wibisono?"
B: "Hhmmm, dia kan masih turunan Buto Cakil ya?"
I: "Pradipta? Pramadipta?"
B: "Pranadipta aja deh... "
O, ya... Kalau panggilan Bapak sama Ibu mulainya dari mana?
Dari dulu :D
Dari saya kecil dulu, saya sudah punya cita2, kalau saya sudah besar dan jadi seorang Ibu, saya ingin anak2 saya memanggil saya "Ibu". Kenapa? Ga apa2. Cuma kesannya emang2 Ibu2 sekali... :D Hehehe..., dibayangan saya, Ibu itu orangnya pasti baik, sabar, ramah, suka pake kebaya dan rajin memasak ;-)
Kalau Bapak? Ya..., biar matching aja sama Ibu. Saya sempat mendengar percakapan suami saya dengan Ibu saya suatu hari, di rumah kami, sebelum anak pertama kami lahir:
Ibu saya: "Kalau anaknya sudah lahir nanti, kalian berdua mau dipanggil apa?"
Suami saya: "Lesca maunya dipanggil Ibu. Kalo dalem, terpaksaa dipanggil Bapak"
Ibu saya: "Lho, kok terpaksa?"
Suami saya: "Inggih. Soalnya dalem belum sempat milih, tapi Lesca udah beliin dalem sandal yang ada tulisannya "BAPAK".
Anak Ketiga.
Karena saya sudah diberi sepasang anak, saya lebih pasrah dengan jenis kelamin anak yang sedang saya kandung sekarang. Diparingi perempuan lagi Puji Tuhan. Laki2 juga Puji Tuhan. Walapun, suami dan anak perempuan saya tetap berharap adik bayi yang mau lahir nanti adalah perempuan... :D
Ibu: "Kenapa ingin adik perempuan Bi?"
Bianca: "Wah, kalau adiknya laki2 lagi kayak Benaia, nanti aku jadinya dipukulin sama dua orang dong Bu...." :D (*Bebe emang belum begitu lancar membedakan antara mengeplak dengan mengelus... Masih sering2 ketuker2 :D*)
Pasrah memang. Tapi bukan berarti ga penasaran lho... ;-) Kira2 laki2 atau perempuan ya? Ada yang mau ikutan nebak? Atau sekalian ngasih sumbang saran nama... ;-)
Happy week end every one! :D





















Recent Comments
http://www.alatsurveycenter.com/
wah cuma beda 1 t
aku